Awalnya merupakan teknologi untuk mendukung "desentralisasi", kini telah menemukan pijakannya di dunia keuangan. Dengan cara segala sesuatunya terbentuk, masa depan terlihat cerah untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan cara kita menangani uang.
Pembayaran secara alami menjadi lahan yang kini ditargetkan oleh sebagian besar blockchain L1 sebagai jembatan dari TradFi ke DeFi. Akuisisi GTreasury senilai $1 miliar oleh Ripple [XRP] tahun lalu, misalnya, merupakan langkah besar yang sejalan dengan strategi ini.
Berdasarkan langkah tersebut, Ripple dan GTreasury kini bekerja sama untuk meluncurkan Ripple Treasury, yang bertujuan untuk pembayaran lintas batas yang lebih cepat dengan menyambungkan rel XRPL ke perangkat lunak treasury kelas enterprise GTreasury.
Seperti yang tercantum di situs web resmi Ripple, tujuan treasury ini adalah untuk merampingkan operasi keuangan bagi jaringan GTreasury yang terdiri dari 13.000 bank, menawarkan visibilitas kas 100% dan mendukung aliran hingga $12,5 triliun.
Pada tingkat makro, langkah ini merupakan dorongan besar lainnya untuk adopsi dunia nyata XRPL. Stablecoin aslinya, RLUSD, mendukung pembayaran ini dengan menyediakan likuiditas on-chain, penyelesaian yang lebih cepat, dan pengalaman yang mulus.
Singkatnya, kemitraan ini menunjukkan bagaimana blockchain dapat melakukan apa yang dilakukan bank tradisional, tetapi lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien. Secara alami, ini memunculkan pertanyaan kunci: Apakah ini langkah "nyata" pertama Ripple untuk mengungguli TradFi?
Ripple Membawa Kecepatan Blockchain ke Bank
RLUSD Ripple menunjukkan dampaknya yang semakin besar di pasar.
Menurut DeFiLlama, pasokan sirkulasinya di XRPL telah melonjak 15,36% dalam 30 hari terakhir, membawa total menjadi 388 juta. Itu berarti 60 juta ditambahkan dalam likuiditas on-chain, siap sebagai cadangan untuk penggunaan dunia nyata.
Dan itu tidak berhenti di situ. Pasar stablecoin total di XRPL mencapai ATH $400 juta, dengan $100 juta ditambahkan sejauh ini pada tahun 2026. RLUSD menyumbang 83% dari itu, memperkuat perannya sebagai tulang punggung likuiditas jaringan.
Dalam konteks ini, dorongan Ripple ke TradFi bukanlah hal yang acak.
Sebaliknya, kehadiran stablecoinnya yang berkembang memposisikan XRPL sebagai jembatan. Bayangkan seperti ini: RLUSD bertindak seperti jalan raya digital, memungkinkan bank memindahkan uang secara instan sambil tetap terhubung ke sistem yang sudah mereka gunakan.
Namun, dengan Ripple Treasury yang sekarang beroperasi, sistem menambahkan rangkaian lengkap alat treasury kelas enterprise seperti manajemen likuiditas, pengawasan risiko, dan pembayaran, membawa kecepatan blockchain langsung ke keuangan tradisional.
Latar belakang ini, kemitraan Ripple–GTreasury bukan hanya sekadar langkah lain untuk mendukung bank. Sebaliknya, ini adalah dorongan strategis ke jantung TradFi, menggunakan stablecoin untuk membuat operasi perbankan lebih efisien.
Pikiran Terakhir
- Ripple dan GTreasury telah meluncurkan Ripple Treasury untuk mengintegrasikan rel XRPL dengan alat-alat kelas enterprise GTreasury.
- Ripple memposisikan XRPL sebagai jembatan untuk keuangan tradisional, menggunakan stablecoin untuk membuat perbankan lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien.





